Uraian lebih lengkap untuk Meditasi, bisa dilihat di buku “Sufisme Syekh Siti Jenar, Kajian Kitab Serat dan Suluk Siti Jenar, Muhammad Sholikhin, Yogyakarta: Narasi, 2004, hlm 284-298 (buku pinjaman mbah hamsyong dan mbah gen13th).
Istilah semedi sama dengan sarasa, yaitu rasa tunggal, maligining rasa (berbaur berjalannya rasa), rasa jati, rasa ketika belum mengerti. Adapun matangnya perilaku atau pengolahan (makarti) rasa disebabkan dari pengolahan atau pengajaran, atau pengalaman-pengalaman yang diterima atau tersandang pada kehidupan keseharian. Olah rasa itulah yang disebut pikir, muncul akibat kekuatan pengelolaan, pengajaran atau pengalaman tadi. Pikir lalu memiliki anggapan yang baik dan jelek, kemudian memunculkan tata cara, penampilan dan sebagainya yang kemudian menjadi kebiasaan (pakulinan/adat).